Museum PETA Sejarah Pembela Tanah Air Dimulai dari Bogor

Museum PETA Sejarah Pembela Tanah Air Dimulai dari Bogor

Museum PETA Sejarah Pembela Tanah Air Dimulai dari Bogor

Pembangunan Monumen dan Museum PETA ini dimulai pada tanggal 14 November 1993, dengan peletakan batu pertama oleh Wakil Presiden RI yang juga merupakan sesepuh YAPETA yaitu Umar Wirahadikusumah. Pembangunan tersebut memakan waktu kurang lebih 2 tahun dan diresmikan oleh Presiden RI H.M. Soeharto pada tanggal 18 Desember 1995.Didalam komplek Monumen dan Museum PETA dibagian belakang terdapat Monumen dimana berdiri sebuah patung Jenderal Sudirman sebagai perwira PETA.

Pada dinding yang berbentuk setengah lingkaran tercantum nama-nama perwira tentara PETA dari seluruh Jawa, Madura dan Bali serta Sumatera.Pada bagian luar dinding monumen, telah dibuat relief sejarah PETA.Sedangkan di dalam dua ruangan museum terdapat 14 diorama dengan adegan-adegan dari jalannya sejarah PETA dalam perjuangan menuju kemerdekaan tanah air. Adegan-adegan ini berbentuk tiga dimensi dan didukung dengan suara yang melatar-belakangi suasana kejadian-kejadian yang diwujudkan oleh masing-masing diorama.

Pembentukan PETA dimulai di tahun 1943 setelah di tanggal 3 Oktober 1943 keluar osamu seirei (Dekrit) No.44 tahun 1943 yang mensahkan pembentukan tentara PETA. Bagi pemerintah pendudukan Jepang pembentukkan tentara PETA sebagai alat mempertahankan wilayahnaya terutama di Indonesia dari serbuan tentara sekutu sedang bagi pimpinan pergerakan kmeerdekaan indonesia mereka mendukung pembentukkan tentara PETA karena melihat Indonesia ketika merdeka membutuhkan tentara yang profesional terlatih untuk mempertahankan kemerdekaan dan keselamatan rakyatnya dan PETA mereka lihat sebagai sarana mencapai tujuan itu.

Akhirnya Pemerintah pendudukan Jepang memilih kota Bogor sebagai pusat tempat pelatihan tentara PETA yang disebut Jawa Boei Giyugun Kanbu Kyo Iku Tai (Pusat Pendidikan Perwira Tentara Sukarela Pembela Tanah Air) dan berdiri diatas bekas tangsi dan markas tentara KNIL (Koninklijik Nederlands Indische Leger) pelatihan tentara PETA berlangsung selama 3-4 bulan setelah lulus pelatihan mereka kembali ke daerahnya masing-masing. Untuk mengingatkan generasi muda akan kisah perjuangan PETA dan mengenang tentara PETA yang telah gugur dalam perjuangan maupun yang telah dipanggil Yang maha Kuasa karena faktor usia maka didirikanlah museum PETA atas prakarsa YAPETA (yayasan Pembela Tanah Air) yang dimulai tahun 1993 dan selesai di tahun 1995 dan diresmikan oleh Bapak H.M.Soeharto presiden ke 2 RI dan juga alumni PETA.

Museum PETA Sejarah Pembela Tanah Air Dimulai dari Bogor

Museum PETA Sejarah Pembela Tanah Air Dimulai dari Bogor

Sebagai monumen penyambut selamat datang bagi pengunjung terdapat patung Chudancho Supriyadi disebelah kiri dan patung jenderal besar Sudirman di sebelah kiri dan juga tank. Relief yang menggambarkan perjalanan PETA dan peranannya dalam kemerdekaan Indonesia. Di diorama juga kita dapat melihat tokoh-tokoh besar bangsa Indonesia, terdapat 2 ruangan disisi sebelah kiri dan kanan yang masing-masing diberi nama ruang Jenderal Sudirman dan Ruang Chudancho Supriyadi. Di kedua ruangan tersebut kami melihat diorama berisi pertemuan tokoh-tokoh perjuangan kemerdekaan Indonesia, diorama pertempuran 10 November 1945, patung tentara PETA lengkap dengan seragam dan senjatanya.

Koleksi persenjataan peninggalan perang dari rampasan tentara Jepang maupun dari tentara sekutu baik senapan mesin,senapan panjang dan pistol yang dalam kondisi tersimpan di lemari kaca penataan yang teratur dan rapi.

No Comments

Post a Comment